Pemukiman kumuh di sepanjang rel kereta api akibat......

Pertanyaan

Grade: Education Mata Pelajaran: ips
Pemukiman kumuh di sepanjang rel kereta api akibat......
Ditanyakan oleh:
56 Dilihat 56 Jawaban

Jawaban (56)

Jawaban Terbaik
(164)
kurangnya kesadaran orang yg bertempat tinggal disitu... dan pemerintah...

semoga memvantu...
maaf klo salha..
tolong dijadikan yg tercerdas...
(4636)
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya, namun masih banyak saja kita jumpai pemukiman masyarakat miskin di hampir setiap sudut kota yang disertai dengan ketidaktertiban dalam hidup masyarakat perkotaan. Misalnya pendirian rumah atau kios dagang secara liar di lahan-lahan pinggir jalan yang mengganggu ketertiban dan menimbulkan kemacatan lalu lintas.

Bagi kota-kota besar di Indonesia, persoalan kemiskinan merupakan masalah serius karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya kemiskinan yang kronis dan menyebabkan lahirnya berbagai permasalahan sosial di luar kontrol atau kemampuan pemerintah kota untuk menangani dan mengawasinya. Akar permasalahan masayarakat miskin di kota itu perlu dikupas dan merumuskan solusi terbaik bagi kesejahteraan mereka. Bukan kemauan mereka untuk menjadi sumber masalah bagi kota, namun karena faktor-faktor ketidakberdayaanlah yang membuat mereka terpaksa menjadi ancaman bagi eksistensi kota.

Sebagai contoh adalah pemukiman masyarakat yang berada di sekitar rel kereta api. Apabila ditelusuri jalur-jalur rel kereta api yang terdapat di kota-kota besar (misal Medan), kita akan mendapati sebuah perkampungan kumuh di sepanjang pinggiran rel kereta api tersebut. Atau bagi yang sering bepergian menggunakan alat transportasi yang berjalan di atas rel ini mungkin telah menjadi sesuatu yang sudah biasa dan tak asing lagi melihat pemandangan seperti ini.

Rumah-rumah yang sebenarnya dapat dikatakan sudah tidak layak huni dan tetap dipertahankan berdiri menjadi tempat berlindung dan untuk menikmati sesuap nasi, dan juga dengan lingkungan kumuh seperti kumpulan sampah yang berserakan berasal dari sisa-sisa aktifitas penduduk setempat melebur menjadi satu dengan segala pola hidup yang mereka lakukan. Ini akan berdampak pada tidak terwujudnya sebuah lingkungan higienis yang jelas-jelas dibutuhkan untuk tetap menjaga kestabilan sistem kerja tubuh agar tidak mudah diserang penyakit.

Dampak lain dari keberadaan sampah-sampah yang sistem pembuangannya tidak teratur itu adalah mempercepat penimbunan rawa dan sungai. Sehingga hal itu akan menyebabkan pengaturan arus sungai menjadi kurang lancar. Saat musim penghujan, airnya akan mengalir dan meluap kemana-mana yang akhirnya menyebabkan banjir.

Bila ditinjau dari segi keselamatan, setiap hari mereka hidup ditemani dengan bayang-bayang maut sebab jarak rumah mereka sangat dekat dari pinggir rel kereta api. Sekarang hampir sepuluh menit sekali kereta, bahkan saat bersamaan bisa dua kereta yang melintas. Walau berada di lingkungan yang menantang maut mereka tetap tidak ingin beranjak meninggalkan tempat yang telah mereka diami selama berpuluh tahun bahkan ada yang sampai beranak-cucu.

Untuk bertahan hidup, mereka memiliki mata pencaharian sebagai pemulung barang-barang bekas yang mereka kumpulkan untuk dijual ke bos besar. Itulah salah satu pekerjaan yang paling mudah mereka lakukan karena tidak memerlukan modal besar dan keahlian khusus. Oleh karenanya perhatian utama pada masyarakat penghuni pemukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup, dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan, norma sosial dan hukum, kesehatan, solidaritas sosial, tolong menolong dan keselamatan diri sendiri menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan.

Pemandangan kumuh di pinggiran rel kereta api telah menjadi ikon kekumuhan khususnya yang berada di kota-kota besar. Perlu penanganan serius untuk memindahkan dan menyadarkan mereka untuk tidak bertempat tinggal dan beraktifitas di pinggir rel kereta api. Selain membahayakan perjalanan kereta api, juga mengancam keselamatan mereka sendiri. Salah satu cara yang mungkin dapat diambil pemerintah untuk menangani masalah ini adalah dengan meracik jalan keluar untuk konflik internal dan eksternal yang terjadi dikalangan masyarakat setempat.

Yang termasuk ke dalam penyelesaian konflik internal, semisal pemerintah melakukan penyuluhan. Dengan alasan memberikan kesadaran mutlak kepada masyarakat setempat bahwa bertempat tinggal di sekitaran rel kereta api sangatlah mengancam keselamatan mereka dan juga orang-orang yang menggunakan layanan jasa kereta api. Selain itu tempat yang mereka diami selama ini sangat jauh dari kata bersih.

sekian mohon di like dan jadikan aku yang terbaik
#hargaipenjawab
#1darikamumembantuaku